LUKA PSIKOLOGIS
Luka psikologis adalah perasaan tidak nyaman yang sifatnya berlebihan dan menganggu aktivitas keseharian yang disebabkan oleh mengalami kejadia yang berat atau (yang dipersepsi sebagai krisis).
Tanda Umum Luka Psikologis
Devian
Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma sosial yang berlaku
Distress
Perasaan tidak nyaman dan tidak menyenangkan hati
Disfungsi
Keengganan untuk melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan
Dangerous
Tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain
Gejala Krisis Psikologis
Fisiologis
Jantung berdebar keras, pusing/puyeng, masalah lambung, keringat dingin, pucat, dll
Perasaan
Takut, marah, sedih, cemas, panik, kalut, merasa bersalah, dll
Pikiran
Bingung, sulit konsentrasi, mudah lupa, selalu teringat peristiwa, "blank", dll
Perilaku
Sering termenung, tidur tidak nyenyak, makan terganggu, mimpi buruk, dll
Relasi Sosial
Menarik diri, lebih agresif, lebih pesimis, apatis, mudah berkonflik, lebih egois, dll
"Sesuatu peristiwa yang memicu luka psikologis pada seseorang belum tentu dianggap sebagai sumber masalah oleh orang lain"
GANGGUAN PSIKOLOGIS YANG UMUM TERJADI PADA MAHASISWA
Gangguan mood
(depresi dan bipolar)
Gangguan kecemasan (OCD dan fobia)
Perilaku Menyakiti Diri Sendiri dan Bunuh Diri
Kecanduan
(Zat dan Game)
GANGGUAN MOOD-DEPRESI
Depresi adalah gangguan mood yang melibatkan perubahan pada kondisi emosi, perilaku, kognitif, dan fisik, sehingga mengganggu fungsi normal manusia. Depresi mengarah pada banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi 4-6% Mahasiswa
Ciri Depresi adalah
Mood depresif terus menerus
Kehilangan minat
Merasa bersalah
Merasa tidak ada harapan/tidak berharga
Kelelahan
Masalah konsentrasi
Kehilangan selera makan
Kehilangan rasa senang
Pikiran bunuh diri
Gambaran Emosi Kita
Kadang merasa senang dan sedih tergantung situasi
Lebih sering merasa sedih, Putus asa, muram, tidak bersemangat, tidak tertarik melakukan kegiatan dalam waktu minimal 2 minggu berturut-turut
CIRI-CIRI ORANG YANG MENGALAMI DEPRESI
GANGGUAN MOOD-BIPOLAR
Bipolar merupakan gangguan mood yang memiliki episode berulang, pada waktu tertentu mengalami kenaikan energi atau perasaan senang (mania) dan kemudian terjadi penurunan energi (depresi). Episode manik biasanya memiliki masa yang lebih pendek/cepat daripada episode depresi. Perubahan dari episode manik ke episode depresi atau sebaliknya, biasa diselingi dengan episode normal.
Episode Manik
Merasa tidak lelah
Energetik
Mudah tersinggung
Merasa tidak butuh tidur
Berbicara dengan sangat cepat dan penuh tekanan
Episode Depresif
Merasa hidup sudah tidak berarti lagi
Ingin bunuh diri
Sedih berlebihan
Putus asa
GAMBARAN GANGGUAN BIPOLAR
GANGGUAN KECEMASAN PADA MAHASISWA
Banyak dialami oleh anak-anak yang sedang tumbuh remaja dan umumnya dialami oleh wanita. Penyebab utama dari gangguan kecemasan sosial adalah perasaan takut diamati, mendapat penilaian oleh khalayak ramai, dan mempermalukan diri sendiri di depan umum
Menghindari atau khawatir berlebihan tentang kegiatan sosial, seperti percakapan kelompok, makan bersama-sama, dan pesta.
Kerap merasa khawatir saat melakukan sesuatu yang menurut pengidapnya memalukan, misalnya tersipu, berkeringat, atau tampil tidak kompeten
Takut dikritik, menghindari kontak mata atau memiliki rasa percaya diri yang rendah
Sering memiliki gejala, seperti merasa sakit, berkeringat, gemetar atau jantung berdebar-debar (palpitasi)
GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF
Memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Pikiran dan tindakan tersebut berada di luar kendali pengidap. Meski pengidap mungkin tidak ingin memikirkan atau melakukan hal tersebut, ia tidak berdaya untuk menghentikannya
PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI DAN BUNUH DIRI
GANGGUAN KECANDUAN-GAME
Penggunaan internet untuk bermain game yang terus menerus dan berulang, biasanya juga dengan pemain lain, yang menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari
Keinginan untuk terus bermain game atau terus berpikir tentang bermain game
Jika tidak bermain game merasa sedih, gelisah, atau khawatir
Ingin meningkatkan durasi bermain game
Tidak berhasil mengontrol diri untuk tidak bermain game
Tidak tertarik pada kegiatan lainnya selain bermain game
Berbohong pada orangtua, guru, dan psikolog tentang lama waktu untuk bermain game
Menggunakan game untuk mengatasi emosi negative seperti cemas, bersalah, dll
Terganggunya interaksi dengan orang lain, pekerjaan, atau sekolah karena bermain game
GANGGUAN KECANDUAN-ZAT (ALKOHOL, KAFEIN, GANJA, HALUSINOGEN, INHALAN, OPIUM, STIMULAN, KOKAIN, ROKOK, DAN LAIN SEBAGAINYA)
Mengonsumsi zat dalam jumlah besar dan waktu lebih lama dari yang seharusnya
Tidak ingin berhenti menggunakan zat tersebut
Keinginan besar untuk mengonsumsi zat
Penggunaan zat ini berdampak pada kesulitan dalam belajar, bekerja, ataupun kegiatan lain
Sakaw atau sindrom yang terjadi saat tidak mengonsumsi zat
BULLYING/PERUNDUNGAN
Perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap Mahasiswa/Mahasiswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut
PENYEBAB MASALAH KESEHATAN MENTAL
Tidak ada 1 penyebab pasti terjadinya masalah kesehatan mental, melainkan merupakan gabungan
berbagai faktor:
Genetis atau keturunan
Mutasi genetic akibat radiasi, pola makan yang buruk, lingkungan yang buruk
Stres atau tekanan hidup yang berat
Lingkungan (pengasuhan orangtua, pergaulan, dll)
APAKAH GANGGUAN KESEHATAN MENTAL BISA DISEMBUHKAN?
BISA! Meskipun membutuhkan waktu dan usaha yang besar, juga dukungan dari orang di sekitar
Konseling
Psikoterapi
Pengobatan dari dokter
Dukungan dari keluarga dan teman
Berdoa, beribadah
Segera ditangani